Sunday, August 10, 2008
Renungan
"Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz"Apanya yang aneh Pak?" Tanya Penulis yang fakir ini."Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjaditerbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan,sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilakumenyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa""Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakanpakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakaisorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yangantum alami" Kata Pak Ustadz.Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan PakUstadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaiandan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800mdari rumah.Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu mudayang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya""Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih?Tanya ibu muda itu.Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal,tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatuyang lain rasanya;"Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih danmemang semestinya seperti itu ditumbenin?Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengahjalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?Kenapa orang kemasjid dianggap aneh?Orang yang pergi kemasjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lainjustru tengah asik nonton sinetron "intan".Orang kemasjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orangyang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolahmeningkahi suara panggilan adzan.Orang kemasjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motordan mobilnya yang kotor kehujanan.Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanyatersenyum, "Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" laindisekitarmu" , kata Pak Ustadz."Keanehan-keanehan" disekitar kita?Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak "aneh" ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, bacakoran dan ngobrol.Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa "aneh",karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengahsebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.Cobalah berdzikir atau tadabur al qur'an ba'da shalat, akan terasaaneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelumshalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harusdimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalatmalah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya,yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan?Cobalah hari ini shalat jum'at lebih awal, akan terasa aneh, karenamasjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke duamenjelang selesai.Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akanterasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor,plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dantest..test, test saja.Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits,atau ayat al qur'an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yangmembaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hotatau lainnya.Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangantakut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunansyari'at dan tata nilai serta norma yang benar.Jangan takut "ditumbenin" ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaianrapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur'an (AlA'raf:31)Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuhadikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrolngalor-ngidul tak karuan.Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat padawaktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukanwaktunya terhadap orang-orang beriman." Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allahdi waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudianapabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu(sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yangditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman ". (Annisaa:103)Jangan takut untuk shalat jum'at/shalat berjama'ah berada dishafterdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. ....,Karena dishafterdepan itu ada kemuliaan sehingga dijaman Nabi Salallahu'alaihiwassalam para sahabat bisa bertenggkar cuma gara-gara memperebutkanberada dishaf depan." Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalatJum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dantinggalkanlah jual beli[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimujika kamu Mengetahui ". (Al Jumu'ah:9)Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat alqur'an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuksaling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepadakebenaran adalah sebaik-baik perkataan;" Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyerukepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "SesungguhnyaAku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fusshilat:33) Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlahAllah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali menyerukan,sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kitaserukan, habis donk ladang amal kita....Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisakirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikirratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggaksih?Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wongitu yang disuruh kok, "sampaikan dariku walau satu ayat"( Potongandari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari haditsAbdullah Ibn Umar)Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisikebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-maildari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapunkalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yangisinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas darisiapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas,meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.Lakukan "keanehan-keanehan" yang dituntun manhaj dan syari'at yangbenar.Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasaaneh ditengah orang-orang yang berbikini dan ber-U can see.Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an & Hadist),meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dantak bermoral.Lagian kenapa kita harus takut disebut "orang aneh" atau "manusialangka" jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justruyang akan menyelematkan kita.Selamat jadi orang aneh yang bersyari'at dan bermanhaj yang benar.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment